Sabtu, 06 Oktober 2012

Dawai-dawai Pragmatik



satu nada, dua melodi, tiga irama.
sepuluh jemari tak letih mengutuk sang senandung.
bermain diantara ketukan ketikan alfabet.
membara benci, tak sembunyi dari semesta.

empat berhenti, lima menari, dan begitu seterusnya.
bait-bait sendu di seberang mengalir lancang terabai.
lirik per lirik terkuak penuh makna tersirat.
entah hanya lelucon, atau memang secuil pragmatik.

enam ada, tujuh selalu.
tetes-tetes bening bergulir tanpa mengadu.
mengemis detik demi detak mampu menyatu.
debarkan degup, selami satu palsu.

siapa yang mengenali?
tak ada. semua hanya hujatan,
membual kisah tanpa tulus hadir terjulur,
hingga semua sajak berdongeng tentang ragu.


[Wed, Sept 26, 2012 . 06:30PM]

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites