Sabtu, 06 Oktober 2012

Tak bermata, berasa- berasa, tak bermata



Mengeras pikir tak berpenghuni
Menancap tajam mata nafsu ke hati
Dan batu-batu itu genangkan air, tak ada sela keluar

Dan seketika terbelah,
Kosong merasuk sampai berada di balik pagar
Dan menganga pada gendang “aku tak ingin...”
Angin menjadi ingin
Singkirkan putih menjadi merah
Singkirkan hijau menjadi hitam
Tak bermata tapi berasa

Ingin menjadi angan
Menerawang di balik kesamaran
Tak, tik, tol pun adalah sebuah jalan.
Berasa tapi tak bermata                                                                                 
Dan menganga lagi “inikah...”?

jengkal bisa menghitung tetesan air
tak tik tol tak bisa larut dalam pikiran
karena ini, bukan abal-abal

Mungkin memang debuku.
Tapi, bila ini adalah madu, kan kubiarkan kau jadi kupu-kupu

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites